Hari Listrik Nasional

27 Oktober 2017 merupakan hari listrik Nasional yang ke -72. Listrik merupakan rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik. Listrik menimbulkan berbagai macam efek yang telah umum diketahui, seperti petir, listrik statis, induksi elektromagnetik dan arus listrik. Adanya listrik juga bisa menimbulkan dan menerima radiasi elektromagnetik seperti gelombang radio.

Dalam listrik, muatan menghasilkan medan elektromagnetik yang dilakukan ke muatan lainnya[wiki].

Sejarah

Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia mengalami pasang surut sejalan dengan pasang surutnya perjuangan bangsa. Pada 27 Oktober 1945, atau bertepatan dengan hari ini, dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas.

Hari tersebut diperingati untuk pertama kali pada 27 Oktober 1946, bertempat di Gedung Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP) Yogyakarta. Demikian dilansir dari laman PLN Jatim.

Penetapan secara resmi 27 Oktober 1945 sebagai Hari Listrik dan Gas berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor 20 tahun 1960, namun kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Nomor 235 /KPTS / 1975 tanggal 30 September 1975 peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan Hari Kebaktian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada tanggal 3 Desember.

Mengingat pentingnya semangat dan nilai-nilai hari listrik, maka berdasarkan keputusan Menteri Pertambangan Dan Energi Nomor 1134.k. / 43.pe /1992 tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkanlah tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional. [okezone.com].

Untuk menyambut Hari Listrik Nasional diselenggarakan beberapa rangkaian acara seminar dan pameran September 27 – September 29 2017 di JCC.

Pulau Terluar di Indonesia

Sebagai salah satu upaya sosialisasi keberadaan pulau-pulau kecil terluar dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Republik Indonesia, Universitas Telkom menggunakan nama Pulau-pulau kecil Terluar Indonesia untuk dijadikan nama Gedung di Universitas Telkom dan dituangkan dalam SK Rektor KR 503/INV04/LAM/2014, hal ini untuk menjaga dan mengingat pulau pulau di Indonesia, antara lain :

a. Gedung Bangkit , merupakan gedung rektorat di Universitas Telkom. Nama Bangkit diambil dari Pulau Bangkit atau Bongkil merupakan  pulau terluar Indonesia yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Filipina. Pulau Bongkil ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, provinsi Gorontalo.

gedung bangkit
gedung bangkit

b. Gedung Lingian, merupakan gedung perkantoran. Nama Lingian diambil dari Pulau Lingian merupakan pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Makasar dan berbatasan dengan negara Malaysia. Pulau Lingian ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Toli-Toli, provinsi Sulawesi Tengah.

c. Gedung Panehan, merupakan gedung pascasarjana. Nama Panehan diambil dari nama Pulau Panehan yang merupakan pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia dan berbatasan dengan negara Australia. Pulau Panehan ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Trenggalek, provinsi Jawa Timur.

ada BOSEH di Bandung

Program sewa sepeda Kota Bandung yang diberi nama Bike on the Street Everybody Happy (Boseh) sudah mulai bisa dinikmati masyarakat. Hal ini menarik perhatian Universitas Telkom untuk ikut serta mengembangkan program sepeda tersebut. Kunjungan ke BOSEH yang dilakukan oleh Logistik Universitas Telkom dilakukan ke titik BOSEH di taman Lansia, Citarum, Bandung. Data yang dirilis Dinas Perhubungan Kota Bandung, saat ini ada sembilan lokasi penyewaan sepeda yang telah dioperasikan.

sepeda boseh
boseh bandung
  • Antara lain di Museum Geologi/Loop Station,
  • Taman Lansia,
  • SMAN 20 (Masjid Istiqomah),
  • Cikapundung Timur,
  • Alun-alun Selatan,
  • Alun-alun Utara (Masjid Agung),
  • Jalan Dalem kaum,
  • Taman Pramuka dan
  • Taman Cibeunying.
peminjaman BOSEH
peminjaman BOSEH di Taman Lansia Bandung

Tim I logistik mencuba menyewa dan menggunakan BOSEH, dengan cara mendaftar dulu di booth yang tersedia ( ada 4 booth yang tersedia, salah satunya di Taman Lansia) . Booth buka mulai pukul 08.00 pagi, dan tiap booth menyediakan 20 kartu pendaftaran , itupun ludes ketika tim II logistik  mencuba mendaftar pukul 10.30 wib.

peminjaman BOSEH
peminjaman BOSEH

Program BOSEH menginspirasi penataan kampus di Universitas Telkom dengan sepeda kampusnya. Nantinya diharapkan BOSEH bisa menjadi contoh yang bisa diterapkan di kampun Universitas TElkom, untuk menunjang fasilitas mahasiswa untuk memudahkan akses mahasiswa dalam beraktifitas di kampus  dan untuk menunjang  program green campus.

Pengolahan sampah di Universitas Telkom

Pengolahan Sampah di Universitas Telkom

Pengolahan sampah di Universitas Telkom (Tel U) diolah oleh tim khusus yang mengelola sampah dan lingkungan. Sampah di ambil dari seluruh kantong sampah di seluruh TEL U kemudian dilakukan pemilahan berdasar organik(daun,kayu,ranting,sisa makanan,dll) dan anorganik(plastik,besi,kaleng,seng,logam,dll).  Sampah organik yang sudah dikumpulkan dan dipilah lagi dari barang yang tidak bisa diurai seperti batu, kerikil, kaca, kaleng dan sejenisnya. Pengumpulan dilakukan setiap hari (5-6 gerobak).  Setelah terpisah kedua jenis sampah tersebut dilakukan pencacahan untuk sampah organik, yaitu dengan memasukkan sampah daun tersebut ke dalam mesin pencacah dengan tujuan memperkecil partikel sampah tersebut.

Peresmian green care TEL U

Hari ini, Rabu 24 Mei 2017, telah di resmikan “Green Care Universitas Telkom” oleh Bapak Rektor Universitas Telkom di Green House dan Saung Insan Karya Universitas Telkom , dan didampingi oleh jajaran warek 1,2,3,4 juga tamu undangan lain, Direktur, perwakilan BEM, dll. Dalam peresmian ini diawali dengan acara gowes bersama dari gedung Rektorat ke lokasi pembuatan kompos di Green House. Diawali dengan sambutan dari Bapak Rektor, dan secara simbolik peresmian tempat pengolahan kompos di Green House. Dilanjutkan dengan gowes menuju Saung Insan Karya untuk peresmian Saung Insan Karya dan simbolik pelepasan ikan di balong Saung Insan Karya oleh Bapak Rektor beserta jajarannya.

peresmian green care oleh Rektor TEL U
peresmian green care oleh Rektor TEL U
peresmian green house oleh Rektor TEL U
peresmian green house oleh Rektor TEL U
demo pembuatan kompos oleh Dekan FEB
demo pembuatan kompos oleh Dekan FEB
saung insan karya
saung insan karya

Geliat Program Green Campus

Universitas Telkom mulai berbenah diri, dengan dibenahinya organisasi di lingkungan logistik menjadi Direktorat Logistik dan Aset, dimandatkan di dalam Kontrak Managemen Direktorat Logistik dan Aset, berupa implementasi peningkatan kualitas program green campus. Salah satunya program pembibitan tanaman hias di lingkungan Universitas Telkom. Berikut foto-foto pembibitan tanaman di sekitar Situ Tekno Universitas Telkom

pembibitan tananaman
pembibitan tananaman

pembibitan tananaman
pembibitan tananaman
pembibitan tananamanwidth=
pembibitan tananaman

Hari Bumi

bird-above-Tel-U-forest-200x200Hari bumi di universitas telkom di semangati dengan berbagai acara, salah satunya Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) Astacala Universitas Telkom mengadakan Sarasehan Nasional Pencinta Alam 2017 dengan tema:”Pencinta Alam Menyelamatkan & Memulihkan Ekosistem Pulau Jawa”, pada hari Sabtu tanggal 22 April 2017, Ged MEnterawu Universitas TElkom. Dengan menghadirkan panelis panelis seperti Didik Raharyono, Ahli & Peneliti Karnivor Jawa, Eko Teguh Paripurno, Ahli Resiko Bencana, dosen UPN Yogjakarta, Rosdi Bahtiar Martadi, BAFEL Banyuwangi, TBD, Dirjen Perguruan Tinggi. TBD, Kementrian Lingkungan Hidup.

Pengolahan Sampah Universitas Telkom

peresmian-fasilitas-pengolahan-sampah-tel_uUniversitas Telkom mulai berbenah diri dalam pengolahan sampahnya. Salah satunya dengan adanya penelitian dan pengabdian masyarakat yang dipelopori oleh Fakultas Rekayasa Industri tentang pengolahan sampah di Universitas Telkom. Pada hari Selasa, tanggal 16 Agustus 2016, diadakan seminar pelatihan pengolahan sampah, yang dihadiri beberapa perwakilan desa-desa di sekitar Univesitas Telkom, seperti desa SUKapura, desa Citeureup, dan desa lain sekitar Universitas Telkom, juga peresmian oleh Bapak Wakil Rektor IV, Dr.M Yahya Arwiyah, SH, MH, yang juga dihadiri oleh Ibu Dida Diah D selaku Dekan Fakultas Rekayasa Industri, dan Bapak Palti Sitorus selaku Direktur PPM Universitas Telkom, dan sebagai nara sumber adalah Bapak Rosyad, selaku dosen dan peneliti di Fakultas Rekayasa Industri. Setelah seminar pada acara di pagi harinya, pada acara di siang harinya dilanjutkan dengan demo pembuatan kompos dan juga tanya jawab peserta kepada panitia pengolahan sampahdi area Universitas Telkom.
Beberapa hasil pengolahan sampah organik Univeritas Telkom yang sudah diolah menjadi beberapa produk olahan seperti:
1. kompos organik
2. biogas
3. pakan ikan
Beberapa foto kegiatan peresmian pengolahan sampah Universitas Telkom dengan dihadiri perwakilan masyarakat sekitar Universitas Telkom:

tmp-penampung-biogas
penampung biogas

tabung-penyimpan-gas
bak penampung dalam tanah

rumput-hasil-dicacah
rumput hasil pencacahan

gas-dari-pengolahan-sampah
biogas

demo-mengolah-rumput-bahan-biogas
demo mengolah rumput bahan biogas

pengolahan sampah menjadi kompos
pengolahan sampah menjadi kompos

tanya jawab peserta perwakilan desa-desa sekitar Universitas Telkom dengan nara sumber
tanya jawab peserta perwakilan desa-desa sekitar Universitas Telkom dengan nara sumber

hasil pengolahan sampah basah menjadi pakan ikan
hasil pengolahan sampah basah menjadi pakan ikan
rumput hasil pencacahan
rumput hasil pencacahan
hasil kompos
hasil kompos